Fakta Messi Tidak Layak Raih Ballon d'Or 2010 dan 2012 - MadridOne
Headlines News :
Home » » Fakta Messi Tidak Layak Raih Ballon d'Or 2010 dan 2012

Fakta Messi Tidak Layak Raih Ballon d'Or 2010 dan 2012

Written By Madridone Indonesia on Jumat, 23 Desember 2016 | 12/23/2016


Ballon d'Or 2010
Jika saja sistem voting untuk pemilihan pemenang Ballon d'Or tak berubah di antara tahun 2009 dan 2010, maka trofi prestisius itu sejatinya akan jatuh ke tangan Wesley Sneijder dan bukannya Lionel Messi. Dengan perubahan dari FIFA itu, ternyata hanya memuluskan jalan Messi unuk meraihnya meski sistem voting yang lama justru tak memilih dirinya.

Jika dilihat dari hasil pemilihan dengan sistem yang lama dan baru, maka akan terlihat kesenjangan antara keduanya. Para pelaku media menempatkan Messi di posisi keempat dengan rasio 4,38 suara, jauh di bawah Sneijder (7,70), Andres Iniesta (7,53) dan Xavi (5,96).

Bandingkan dengan pilihan para pelatih yang menempatkan Messi (9,72) di atas Iniesta (5,39) dan Xavi (5,34). Sementara para kapten memilih Messi (8,55) mengungguli Xavi (5,17) dan Iniesta (4,44).

Hasil itu menunjukkan perbedaan, di mana para awak media selalu menghargai rekor seorang pemain dan juga pengaruhnya pada permainan, sebagaimana mereka memilih Mathias Sammer (1996), Pavel Nedved (2003) atau Fabio Canavaro (2006), dan bukannya faktor kebintangan mereka.

Lalu kenapa justru Messi yg hanya mengangkat tropy LaLiga menjadi pemenangnya, inilah yang menjadi pertanyaan besar di FIFA karena sangat jauh jika kita bandingkan Trible dan Final Piala Dunia  yg diraih Snieder. Messipun jelas kalah jika dibandingkan dengan pencapaian Iniesta dan Xavi dengan tambahan Tropy Piala Dunianya.

Inilah yang menyebabkan Ballon d'Or 2010 dinilai paling kontroversial karena fakta sudah berbicara secara terbuka dan pengamat serta pemain bola duniapun sangat heran jika ternyata Messi yang mendapatkannya, bahkan mereka sepakat Ballon d'Or 2010 itu harusnya menjadi milik Snieder.

Ballon d'Or 2012
Pemberian FIFA "Ballon d'Or" tahun 2012 ini agaknya perlu dikaji kembali, mengingat Lionel Messi hanya menyumbangkan satu gelar untuk klubnya Barcelona, yaitu trofi Piala Raja Spanyol. Sisanya, di dua kompetisi lain yang diikutinya bersama Barcelona Messi gagal mempersembahkan hasil terbaik.

Bahkan, Messi gagal membawa Barcelona memenangi Piala Super Spanyol yang pada tahun 2012 kembali menjadi dua laga derby 'El Clasico', mempertemukan klub Catalan itu dengan rival abadi mereka Real Madrid.

Barcelona kalah akibat catatan gol tandang Madrid yang berhasil mencetak dua gol saat di laga pertama kalah 3-2 di Nou Camp, kemudian berhasil memenangi laga kedua dengan skor 2-1. Dua gol yang dicetak Madrid di pertemuan pertama memberi keunggulan dan membuat mereka sebagai juara, karena Barcelona hanya bisa mencetak satu gol di Santiago Bernabeu.

Secara personal, Messi memang berhasil memecahkan rekor 40 tahun milik Gerd Muller dalam hal mencetak gol selama 365 hari sepanjang tahun. Ia mencetak 91 gol sepanjang tahun 2012 untuk melampaui rekor 85 gol yang diciptakan Gerd Muller pada tahun 1972.

Penghargaan FIFA "Ballon d'Or" 2012 kali ini memang menasbihkannya sebagai pemain dengan rekor penerima terbanyak yaitu empat kali.

Messi juga menyamai catatan mantan bintang Perancis sekaligus Presiden UEFA saat ini, Michel Platini sebagai pemain yang memenangi "Ballon d'Or" tiga kali secara berturut-turut, sementara legendaris Belanda Johan Cruyff dan Marco Van Basten juga telah memperoleh penghargaan tersebut sebanyak tiga kali meski tidak berurutan.

Meski demikian, prestasi bersama tim seharusnya menjadi pertimbangan yang tak bisa dihilangkan begitu saja dalam penentuan pemain terbaik.

Beberapa calon lain jelas memiliki prestasi sebagai bagian dari sebuah tim sepak bola. Sebutlah rekan Messi di Barcelona, Andres Iniesta, yang selain ikut berhasil membawa Barcelona memenangi Piala Raja dengan mengalahkan Athletico Bilbao 3-0 di partai final ia juga sukses membantu tim nasional Spanyol mempertahankan gelar Juara Eropa di Ukraina-Polandia Juli silam dengan mengalahkan Italia.

Andres Iniesta, yang kali ini hanya menempati peringkat tiga dalam pemilihan FIFA "Ballon d'Or", bahkan menjadi pemain terbaik dalam pertandingan final Piala Eropa yang berakhir dengan skor 4-0 untuk Spanyol.

Pemain lain yang sempat disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat pemenang FIFA "Ballon d'Or" adalah Andrea Pirlo. Gelandang kreatif tim nasional Italia ini memiliki catatan unik tersendiri sepanjang tahun 2012.

Ia memang hanya berhasil membawa rekan-rekan negaranya mencapai final Piala Eropa untuk kemudian dikalahkan Spanyol. Namun, prestasi lain Pirlo adalah membawa Juventus menjuarai Serie A Italia, dengan rekor tak terkalahkan sepanjang musim. Selain itu, ia mengukir prestasi itu semua di umur yang tidak lagi muda, yaitu 33 tahun.

Tentu tidak akan lengkap membicarakan Messi tanpa membicarakan rival satu generasinya, yaitu penyerang Real Madrid asal Portugal, Cristiano Ronaldo.

Ronaldo, sudah lebih dulu mencicipi trofi "Ballon d'Or" yang kala itu belum disatukan dengan penghargaan pemain terbaik FIFA, pada tahun 2008. Di tahun yang sama, Ronaldo juga membawa pulang penghargaan Pemain Terbaik FIFA.

Tahun 2012 menjadi tahun yang cukup baik bagi Ronaldo, mengingat ia setidaknya membawa timnya Real Madrid menjuarai La Liga setelah tiga tahun didominasi oleh Josep "Pep" Guardiola bersama Barcelonanya.

Selain itu, ia juga sukses mengantar timnya memenangi Piala Super Spanyol dengan keunggulan gol tandang atas Messi dan kawan-kawan. Ketertinggalan Ronaldo dari Messi di tahun 2012 hanyalah jumlah gol, ia hanya mencetak 60 gol.

Terkait dengan pantas tidaknya Messi mendapatkan FIFA "Ballon d'Or" 2012, agaknya perlu disimak sambutannya saat menerima trofi tersebut. Messi mengatakan bahwa target utamanya adalah memenangi semua kompetisi yang ia ikuti bersama Barcelona.

"Sungguh menyenangkan bisa memecahkan rekor apa pun itu, namun yang terpenting adalah memenangi pertandingan bersama tim. Target utamaku adalah memenangi trofi La Liga, Piala Raja dan Liga Champions, bersama tim dan itu jauh lebih penting daripada rekor pribadi," kata pemain kelahiran Rosario, Argentina 25 tahun silam itu dalam sambutannya.

Namun kenyataan menunjukkan bahwa tahun 2012 bukanlah tahun di mana Messi berhasil membawa Barcelona memenangi semua kompetisi.

Lantas, FIFA seolah memberikan label terbaik kepada seorang pemain yang bahkan tak bisa memenuhi target individualnya sendiri. Apakah ini menunjukkan kriteria penilaian pemain terbaik menjadi berkurang, "hanya" dengan mematahkan rekor gol terbanyak milik Muller dan sebuah trofi Piala Raja maka seorang pesepakbola berhak mendapat FIFA "Ballon d'Or".

Catatan pemenang masa lalu

Pemenang masa lalu untuk pemain terbaik FIFA dan "Ballon d'Or" (baru disatukan menjadi FIFA "Ballon d'Or" sejak tahun 2010) tidak hanya menorehkan catatan prestasi sebagai seorang pesepakbola, namun juga bagian dari tim.

Tengok Kaka misalnya, ia menerima penghargaan sebagai pemain terbaik FIFA dan "Ballon d'Or" tahun 2007 setelah memenangi Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub bersama AC Milan di tahun yang sama. Kemudian, Ronaldo pesepakbola Brazil yang sukses membawa tim nasionalnya memenangi Piala Dunia, serta mengantarkan klubnya Real Madrid memperoleh gelar juara La Liga, Liga Champions serta Piala Interkontinental (sebelum berformat Piala Dunia Antarklub) di tahun 2012 untuk kemudian berhak mendapatkan gelar pemain terbaik dunia FIFA dan "Ballon d'Or".

Bahkan Messi sendiri ketika meraih "Ballon d'Or" dan penghargaan Pemain Terbaik FIFA 2009 dengan prestasi sebagai bagian penting dari sebuah tim yang memenangkan lima trofi dari keikutsertaan di lima kompetisi dalam satu tahun yaitu La Liga, Liga Champions, Piala Raja, Piala Super Spanyol dan Piala Dunia Antarklub.

Tahun 2012 terjadi penurunan dalam perolehan gelar bersama timnya, Barcelona hanya mampu mencapai semifinal Liga Champions dan gagal memenangi La Liga.

Yang juga perlu diingat, prestasi Messi di tahun 2012 adalah prestasi secara individual yaitu pemecahan rekor gol terbanyak sepanjang tahun (yang masih belum diakui oleh FIFA akibat ada catatan di liga lain dengan jumlah lebih banyak) serta bagian dari tim pemenang Piala Raja Spanyol.

Meskipun catatan Messi bersama Argentina juga tidak mengesankan, namun untuk tahun 2012 yang tidak ada kompetisi resmi apa pun setelah ia hanya bisa membawa negaranya mencapai perempatfinal di Piala Amerika 2011 setelah di dua gelaran sebelumnya 2004 dan 2007 menjadi langganan partai final.

Oleh karena itu, sungguh mencengangkan ketika satu capaian prestasi individual menggugurkan peranan pesepakbola sebagai bagian tim dalam kriteria ideal pemain terbaik dunia.

Kalau hanya menghitung kemampuan individual, jelas Messi unggul di hampir semua lini. Namun, berbicara dalam konteks sebuah permainan yang melibatkan 22 orang terbagi dalam dua tim dan berebut bola, secara kemampuan mungkin Messi bisa menghabisi 11 orang lawan, tapi secara regulasi Messi tak akan hidup tanpa 10 rekannya.

Sepak bola memang bukan melulu soal siapa mendapat apa dan bagaimana caranya, selayaknya politik. Tapi prestasi secara tim mau tidak mau harus menjadi tolok ukur kesuksesan seorang pesepakbola, terlebih untuk dapat dicap sebagai pemain terbaik dunia.

Sepak bola permainan secara tim. Apabila seorang pemain dilabeli sebagai pemain terbaik dunia, maka ia bukan hanya harus pandai mengolah bola dan mencetak gol, tapi juga berhasil dalam memimpin rekan-rekan satu timnya memenangi pertandingan untuk meraih gelar juara setiap kompetisi yang diikuti.

Messi di tahun 2012 tak bisa memenuhi kriteria tersebut, lalu apa masih pantas didapuk sebagai pemain terbaik?

Maka berdasarkan Fakta, Messi Tidak layak untuk Ballon d'Or 2010 dan 2012.

Share this article :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MadridOne - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger